Beranda Advetorial Agar Tidak Terlihat “Kumuh”, Kepala SD Inpres Banta-Bantaeng Makassar Benahi Sekolah

Agar Tidak Terlihat “Kumuh”, Kepala SD Inpres Banta-Bantaeng Makassar Benahi Sekolah

482
0
BERBAGI

CompleteNews. Program Wali Kota Makassar dalam revolusi pendidikan yang meliputi 21 item itu, telah disambut dengan antusias oleh semua kepala sekolah di Makassar. Program ini betul-betul merubah kondisi sekolah menjadi sekolah yang indah, bersih dan nyaman.

SD Inpres Banta-Bantaeng M akassar yang sebelumnya terbilang kumuh,  sekarang terlihat begitu indah dipenuhi dengan berbagai tanaman bunga, green house, ornament yang berbentuk seni lukis di pagar tembok sekolah dan kolam ikan hias serta pekarangan (Halaman) sekolah yang sudah bersih dan nyaman tempat bermain siswa.

 

Seperti yang dikatakan Kepala SDN Inpres Banta-Bantaeng Makassar, Saenab, S.Pd, yang ditemui pekan lalu diruang Perpustakaan sekolahnya mengatakan, “Pertama kali saya ke sekolah ini kondisinya sangat memprihatinkan karena terlihat sangat kumuh, dan sekolah ini digenangi air pada musim penghujan. “Karena itulah saya mulai membenahi sedikit demi sedikit dengan melakukan penimbunan agar sekolah ini tidak lagi tergenang air hujan. “Kemudian ada dua WC di sekolah ini yang sudah tidak layak pakai lagi, saya bangun sehingga sudah bersih dan nyaman digunakan. “Namun, saya sangat membutuhkan dua WC lagi karena tidak mencukupi untuk digunakan siswa dan para guru-guru,” katanya.

Saenab, S.Pd, menambahkan, “Saya membangun halaman sekolah dengan menggunakan pavin blok, juga tembok pagar sekolah saya tinggikan sedikit saya berikan ornament bentuk seni lukis sehingga indah dilihatnya. Adapun Green House yang kontennya itu adalah bibit sayur dan bibit tanaman juga Rumah Kompos yang mengelolah kompos memakai mesin itu bantuan atas kerjasama saya dengan pihak Universitas Brawijaya Malang Jatim,”ungkapnya.

Saenab, S.Pd mengungkapkan pula bahwa “Membangun sekolah tidak semuda apa yang dibayangkan karena memelurkan ide (Gagasan) dan finansial untuk mewujudkan semua ide yang dikemas kedalam suatu program sehingga tercapai apa yang diharapkan. Dia juga mengatakan bahwa pembangunan yang dia lakukan itu, dibantu oleh dana Bos yang diterimanya, dan tidak ada pungutan dari orang tua siswanya. Namun ada hal yang sangat dia harapkan yaitu, bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) karena sekolahnya tiap tahun kelebihan siswa dan tidak bisa tertampung. Oleh karena itu banyak siswa yang mendaftar ditolak karena alasan ruang kelas tidak mencukupi,” tutup Sainab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here