Beranda Hukum Merasa Tanda Tangannya Dipalsukan, Aswandi Laporkan Pihak Bank Muammalat ke Polda Sulsel.

Merasa Tanda Tangannya Dipalsukan, Aswandi Laporkan Pihak Bank Muammalat ke Polda Sulsel.

689
0
BERBAGI

Makassar – (CompleteNews.Id).

Merasa ada kejanggalan dalam proses utang dengan jaminan Rumah Toko (Ruko), yang terletak di Jalan Antang Raya Makassar, Aswadi Tjolleng ST (37), Rabu (24/3/18), melaporkan Pihak Bank Muammalat di Polda Sulawesi Selatan.

Aswandi Tjolleng, ST (37), warga Jalan Manuruki no. 45, Kelurahan Sudiang raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku telah terjadi penipuan atau pemalsuaan , oleh pihak Bank Muamalat Cabang Makassar.

Menurut Aswandi, “Beberapa tahun lalu, ia (Aswandi, red), membeli salah satu unit rumah toko (ruko), yang terletak di Jalan Antang Raya Kota Makassar, dengan menggunakan kredit atau KPR, bekerja sama Bank Muamalat, Ruko tersebut, digunakan untuk berbisnis, namun setelah dua tahun berjalan, bisnis yang dibangun mengalami kemacetan dan tidak berpenghasilan, jadi pembayaran ke Bank Muamalat menjadi tersendat sehingga, pihak Bank Muamalat, menghubungi kami, menawararkan agar ruko tersebut dijual melalui Lembaga Lelang Negara, tanpa berfikir panjang, saya pun mengiyakan tawaran tersebut” kata Aswandi.

Lanjut Aswandi “Namun seiring berjalannya waktu, Ruko tersebut tidak juga laku, mungkin disebabkan ruko tersebut dikelilingi oleh kuburan cina, pada tahun 2017. pihak Bank Muamalat, kembali menghubungi kami, saat itu pihak Bank Muamalat, meminta kepada saya (Aswandi), agar mengajukan pelunasan dengan kesepakatan, Rp. 400 juta. saya pun mengiyakan dan meminta waktu agar bisa diberikan kesempatan, untuk menjual beberapa aset milik saya, untuk menebus harga yang telah mereka sepakati, namun setelah uang tebusan berjumlah Rp. 400 juta terkumpul, pihak Bank Muamalat, tiba tiba memberikan informasi kepada saya, bahwa permohonan tersebut tidak diterima” jelas Aswandi.

Merasa dipermainkan, Aswandi lalu menghubungi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari OJK Aswandi, mendapatkan informasi bahwa, pada tahun 2016, telah terjadi restrukturisasi pada pinjaman debitur aswandi, dan nomor tabungan pun berubah. terjadi perubahan suku bunga dari 15% plat fix selama 15 tahun, menjadi 23%, itu pun “Kami tidak pernah disampaikan, apa lagi  dihubungi atau mentanda tangani perubahan akad tersebut” terang aswandi.

Lanjut Aswandi “Melihat keadaan, dan kondisi ini, saya merasa ada kejanggalan yang dilakukan pihak Bank Muamalat, Cabang Makassar, di mana pada perubahan akad tersebut kami tidak pernah bertanda tangan, jadi menurut saya, ada ke mungkinan tanda tangan saya dipalsukan, tidak akan mungkin terjadi akad tanpa adanya tanda tangan dari nasabah, dan saya merasa ada oknum yang melakukan hal tersebut” ungkapnya.

Sementara pakar hukum,Ardisnus Doni SH, mengatakan “Menurut Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Pemalsuan tanda tangan terjerat pasal 263 ayat (1), yang berbunyi sebagai berikut: Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban), atau sesuatu pembebasan utang, atau yang oleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud atau menggunakan atau menyuruh orang lain. kemudian ancam hukumannya 6 tahun penjara” sebut Ardisnus Doni.

Sayang ketika hal ini akan dikonfirmasi, Ija, Kepala Bank Muammalat Cabang Makassar, tidak berada di tempat.     (Lap; Ysf).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here