Beranda Hukum Dituntut Hukuman Mati Oleh JPU, Bandar Narkoba Terperangah dan Tertunduk Pucat.

Dituntut Hukuman Mati Oleh JPU, Bandar Narkoba Terperangah dan Tertunduk Pucat.

436
0
BERBAGI

Medan – (CompleteNews.Id).

Dua terdakwa Bandar Narkoba jenis Sabu, Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi, pemilik narkoba jenis sabu seberat 100 Kg jaringan internasional, terperangah kemudian tertunduk pucat, dituntut hukuman mati oleh JPU Chandra Naibaho di ruang Cakra 8 Pengadilan Negri (PN) Medan, Kamis sore (27/9/18).

JPU menyatakan, kedua terdakwa  terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

JPU “Meminta majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar menghukum para terdakwa dengan hukuman mati,” ucap JPU Chandra Naibaho di depan majelis hakim yang diketuai Ali Tarigan.

Dalam kasus ini, seorang terdakwa bernama Mulyadi alias Mul masih (DPO), dan terdakwa Syafii alias Fii meninggal dunia.

Atas tuntutan JPU, terdakwa akan menyampaikan nota pembelaan, dalam persidangan pekan depan.

Kedua terdakwa merupakan bandar narkotika jaringan internasional. Mereka ditangkap satuan polisi Direktorat Narkoba Mabes Polri di rumah terdakwa Arman,  di Jalan. Baru, Lingk.15 Gg. Keluarga, Kel. Terjuan, Medan Marelan, pada 12 Desember 2017.

Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti berupa 7 karung berisi narkotika jenis sabu-sabu seberat 100 Kg yang ditumpuk dan disembunyikan dalam tanah yang ditutup triplek di kamar mandi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Candra Naibaho saat ditanya soal tuntutannya mengatakan, “Tntutannya menghukum mati kedua terdakwa, sudah sesuai dengan pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika” katanya.

“Dalam upaya pemberantasan narkoba ke depan, Jaksa juga harus fokus  bagaimana untuk mematikan pasar yang sangat besar ini, jadi tuntutan ini, Jaksa hanya mendukung program pemerintah dan berusaha untuk mematikan jaringan para bandar narkoba yang merusak anak bangsa.” tegas JPU Candra Naibaho dari Kejaksaan Negeri Medan, pada Wartawan. (*Tk).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here