Beranda Daerah Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Resmikan Smelter Nikel, PT Huadi Nickel-Alloy di Bantaeng

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Resmikan Smelter Nikel, PT Huadi Nickel-Alloy di Bantaeng

498
0
BERBAGI

Bantaeng – (CompleteNews.Id).

Gubernur Sulawesi Selatan prof Nurdin Abdullah, resmikan Pembangunan Smelter pengolahan nikel di Kabupaten Bantaeng. Sabtu (26/1/19).

Gubernur Nurdin Abdullah usai peresmian mengatakan “Pertama tentu sesuai dengan Undang-undang Minerba, ini kita wujudkan bahwa Smelter yang sebenarnya hari ini kita wujudkan (resmikan), sesungguhnya sudah 15 kali ekspor” ungkapnya.

Kenapa smelter ini bisa begitu cepat produksi, karena ini adalah sebuah kerja nyata dari pemerintah.

Hadirnya PT Huadi sebagai perusahaan pengolahan dan pemurnian nikel menjadi suprise, bahwa industri ini, begitu cepat mendapat status sebagai Kawasan Berikat.

“Kenapa kawasan berikat ini penting, supaya administrasi ini bisa diselesaikan di pabrik, begitu juga barang modal, barang modal itu langsung. Tentu dengan suasana Bantaeng yang begitu kondusif, membuat ini begitu cepat,” kata Gubernur Nurdin Abdullah.

Peresmian ini menjadi salah satu industri yang membanggakan Sulsel, karena telah menjadi impian selama puluhan tahun.

“Selama ini kita kirim ore (biji), kirim ore ini sama dengan menjual tanah air, karena nikel yang kita jual itu di dalamnya banyak komponen – komponen lain juga ikut,” ucap Nurdin Abdullah.

Industri yang di bangun ini menurut Gubernur ramah lingkungan, karena menggunakan eletric furnance system dalam mengelola dan memurnikan nikel.

“Bisa lihat tadikan tidak ada asap, dan tentu jangan kita tonjolkan minusnya tetapi plusnya, kalau kita ekspor ore, dibandingkan kita memproduksi ferro – nickel, itu tujuh kali lebih besar keuntunganya, jadi itu tujuh kali lebih besar, dibandingkan kita ekspor tanah air itu,” jelasnya.

“Dengan mengekspor ferro – nickel jadi, nilai tambahnya itu tujuh kali lebih besar.” kata Gubernur.

Selama ini yang menjadi masalah ungkap Nurdin Abdullah, karena Indonesia lebih cendrung mengekspor bahan baku industri, kemudian membeli dalam bentuk produk jadi.

Jadi kekayaan alam
menurut Gubernur Sulawsi Selatan, harus dikelola dengan baik agar mendatangkan manfaat besar.

“Kawasan yang menjadi lokasi pembangunan di Desa Papanloe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng ini, dulu daerah miskin. Salah satu kecamatan termiskin karena curah hujan rendah, banyak penduduknya juga perantau ke kota cari nafkah” jelas Gubernur.

Namun sekarang, patut berbangga, punya industri dan anak – anak mereka juga sudah punya skill dan mulai bekerja di tempat ini.

“kedepan akan nambah lagi empat tungku, dengan produksi sekarang 50.000 (metrik ton) menjadi 250.000 dan tenaga kerja akan bertambah lagi menjadi 2.000 dan itu luar biasa,” tutup Prof Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan. (*/Mn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here