Beranda Advetorial Gubernur Sulsel Pimpin Raker TGUPP Sulsel: Program Dinas Bukannya Habiskan Anggaran Tetapi...

Gubernur Sulsel Pimpin Raker TGUPP Sulsel: Program Dinas Bukannya Habiskan Anggaran Tetapi Datangkan PAD

631
0
BERBAGI

Makassar — (CompleteNews.Id).

Gubernur Sulsel, Prof. HM. Nurdin Abdullah, Pimpin Rapat Kerja Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulàwesi Selatan. Selasa (19/1/21).

Rapat kerja Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Sulawesi Selatan tetsebut, berlansung di Hotel Rinra Makassar. Selasa (19/1/21).

Rapat kerja itu membahas Pemantapan Program bidang Agrokomplek, untuk percepatan pemulihan ekonomi Tahun 2021.

Nampak hadir dalam Raker ini. Kadis Kehutanan, Kapala Badan BPKAD, Plt. Kepala Badan Bapelitbangda, Dirut Perseroda Sulsel. Tim TGUPP, Prof. Dr. Marzuki, DEA, Prof. Gagaring dan Prof. Dr. Ir. Lellah Rahim.

Dalam Raker itu. Gubernur Sulsel Prof. HM. Nurdin Abdullah meyaksikan pemaparan program tiga Kepala Dinas, diantaranya Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Sulsel, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan  Sulsel, dan Kadis Kelautan dan Perikanan Sulsel.

Usai pemaparan tiga Kepala Dinas tetsebut Gubernur menyampaikan. Tahun 2021 sebagai tahun untuk memaksimalkan, berbagai potensi yang dimiliki Sulsel.

“Ini adalah tahun yang tentu masih sulit bagi kita semua. Tahun 2020 telah kita lewati dengan kondisi pandemi yang tidak hanya memporak-porandakan kesehatan kita, tetapi juga menghancurkan ekonomi Dunia, Nasional bahkan Sulsel,” ucap Gubernur.

Tahun ini. Pemerintah Sulsel penuh semangat dan optimisme bahwa, Sulsel telah teruji dengan berbagai krisis.

“Oleh karena itu saya berharap, hari ini kita akan menyatukan langkah dan visi kita, menghadapi kondisi yang demikian sulit ini,” lanjut Gubernur.

“Saya kira Sulsel tidak sulit melangkah lebih maju lagi, karena ada beberapa instrumen yang kita miliki yang tentu akan menjadi supporting,” ungkap Gubernur.

Sulsel adalah provinsi penyangga pangan namun, melihat Pendapatan Asli Daerah (PAD) didominasi dari non-pertanian.

“Maka opportunity (red, peluang) masih sangat besar, untuk meningkatkan pendapatan dari sektor Pertanian, Perikanan dan Peternakan,” jelas Gubernur melajutkan.

“Bapak Presiden selalu menekankan, supaya dorong produksi dari dalam negeri kita, untuk mengurangi impor,” kata Gubernur.

Ekspose Dinas Peternakan, Gubernur meminta untuk membuat Road-Map Pengembangan Peternakan untuk Sulawesi Selatan. Seperti, menciptakan sentra-sentra produksi ternak, termasuk pembukaan akses jalan ke Seko.

Untuk sektor Pertanian, mendorong bagaimana buah-buahan lokal, bisa mengalahkan kualitas buah Impor.

“Kita tidak lagi melawan buah Impor tetapi kita bersaing. Kita persembahkan buah-buahan kita lebih berkualitas, karena buah Impor ini sudah perjalanan panjang,” lanjut Gubernur.

“Pasti menggunakan bahan yang membuat lebih awet dan sebagainya. Sehingga masyarakat kita jauh lebih sehat dengan mengkonsumsi buah lokal,” terang Gubernur.

Beberapa buah Impor bisa dikembangkan di Indonesia, seperti lengkeng. Dinas Pertanian dapat memprogramkan dengan menyiapkan bibit lengkeng ke seluruh Sulsel. Dimana nantinya Sulsel dapat menjadi provinsi produksi lengkeng di Indonesia.

Termasuk juga Program-program yang mendukung petani. Misalnya subsidi pupuk yang dikurangi Pemerintah Pusat. Kemudian, bagaimana Pemerintah Provinsi Sulsel ini, bisa mensupport agar pupuk subsidi ini tidak langka.

“Sangat ironi, kita ingin meningkatkan produksi, tetapi pupuk langka. Maka jangan kita selalu menyalahkan Pemerintah Pusat, subsidi pupuk dikurangi, padahal kita ada APBD. Bagaimana APBD hadir untuk memback-up kekurangan pupuk subsidi ini. Karena ini sangat berarti bagi masyarakat, apalagi sebagian besar adalah petani,” jelas Gubernur.

Untuk sektor Perikanan, masyarakat pesisir banyak yang hidup di garis kemiskinan. Solusinya menyelesaikan persoalan armada penangkapannya yang masih sederhana, penguasaan teknologi penangkapan masih rendah.

“Kedepan yang harus kita lakukan adalah, perbaharui armada penangkapan mereka, dari tradisional ke modern. Alat tangkap modern masyarakat nelayan, kita dibuat melek teknologi,” tegas Gubernur.

Pemerintah Daerah dapat memanfaatkan, PT Industri Kapal Indonesia IKI dengan menghadirkan kapal 17 GT. Selain berbiaya murah, juga daya jangkaunya yang jauh.

Gubernur menambahkan. Selain sebagai Birokrat, Kepala Dinas perlu memiliki jiwa Enterpreneur dank berpikir jauh ke depan. Program mereka bukan hanya menghabiskan Anggaran saja, tetapi dapat mendatangkan Pendapatan Asli Daerah.

“Tadi saya minta ada beberapa sudah oke, tetapi saya suruh bikin lagi Road Map. Saya ingin dari tahun ke tahun ada Goals yang bisa kita capai,” tandas Gubernur Sulsel, Prof. HM. Nurdin Abdullah. (*/on).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here