Beranda Advetorial Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah: Stroberi Bantaeng Lebih Besar, Biasanya Stroberi Kecut...

Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah: Stroberi Bantaeng Lebih Besar, Biasanya Stroberi Kecut ini Manis

213
0
BERBAGI

Makassar — (CompleteNews.Id).

Gubernur Sulawesi Selatan Prof. HM. Nurdin Abdullah, mengunjungi kebun
Stroberi di Lahan seluas dua hektare Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng, yang disulap menjadi kebun stroberi agrowisata. Selasa (2/2/21).

Di kebun tersebut Gubernur memetik dan memanen stroberi, pada kebun yang ditanami enam bulan lalu.

“Saya gembira sekali. Ternyata masyarakat sekarang, sudah mengembangkan stroberi yang saya dulu bawa dari Jepang,” ucap Gubernur.

Dalam kesempatan itu. Gubernur mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bantaeng, yang terus mengembangkan buah favorit dan banyak dijadikan pelengkap berbagai jenis bentuk makanan.

“Alhamdulillah. Saya mengapresiasi Pemerintah daerah, terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas, termasuk stroberi ini,” lanjutnya.

“Tugas kita sekarang adalah, bagaimana kita Promosi, supaya lebih banyak pengunjung ke sini,” ungkapnya.

Gubernur menjelaskan. Stroberi tidak ada batasan musim berbuah, sehingga semak cemara atau pohon stroberi, dapat dipanen secara bergantian.

Gubernur mengatakan. Di tempat ini satu pohon menghasilkan 30 buah, ditanam hingga dapat berbuah dengan masa 1,5 bulan.

Gubernur Sulsel Prof. HM. Nurdin Abdullah mengapresiasi, Pemkab Bantaeng mendorong ekonomi kerakyatan, suatu langkah yang baik dalam masa pandemi COVID-19.

“Banyak saudara kita harus dirumahkan dan PHK, Ini adalah peluang yang sangat bagus untuk kita kembali ke Desa, untuk mendorong ekonomi Desa,” ungkapnya.

Gubernur juga katakan. Untuk pengembangan stroberi di Bantaeng, awalnya para petani dibawa studi banding ke Malang (Jawa Timur) di kebun apel dan ke Ciwidey (Jawa Barat).

Dengan potensi Kabupaten Bantaeng yang memiliki tiga klaster. Pinggir pantai, dataran rendah, sampai dataran tinggi.

“Nah, ini cocoknya di dataran tinggi. Saya kira diawali dengan bibit dari Ciwidey terus ada konsultan Jepang kita, mereka bawa bibit Jepang ke sini. Akhirnya bisa mengembangkan di sini, lebih besar dan manis, bedanya itu. Biasanya stroberi itu kecut, ini manis,” jelas Gubernur.

Pemerintah terus mengajak masyarakat, untuk mengambangkan stroberi.

Jika awalnya pemerintah melalui APBD melakukan pengembangan, sekarang didorong sentra pembudidayaan yang dikelola oleh masyarakat.

“Memang tidak sulit, karena mereka datang studi banding langsung melihat pengelolaan dan pemeliharaannya, dan melihat animo pengunjung Wisata. Sehingga mereka tertarik,” tambah Gubernur.

“Pemerintah hanya mendorong saja. Saya bersyukur kita datang dan berharap Pak Bupati, mengembangkan lebih luas,” tandas Gubernur Sulsel Prof. HM. Nurdin Abdullah. (*/rc).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here