Beranda Hukum Hakim Vonis Bebas Jafar Abd Gaffar dan Dwi Hari Winarno.

Hakim Vonis Bebas Jafar Abd Gaffar dan Dwi Hari Winarno.

337
0
BERBAGI

SAMARINDA (CompleteNews.Id).

Hakim Pengadilan Negeri Samarinda Kalimantan Timur, kembali membebaskan dua (2) terdakwa kasus mega pungutan liar (pungli), di Pelabuhan Terminal Peti Kemas Palaran, Kota Samarinda, yang menundudukan Ketua Koperasi Usaha (Komura) Samarinda, Jafar Abdul Gaffar dan sekretarisnya, Dwi Hari Winarno, yang kasusnya menghebohkan Samarinda, bahkan Kaltim dengan menjatuhkan vonis bebas, dari semua tuduhan yang dibacahkan majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda Kamis (21/12).

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Joni Kondolele, SH yang mendapatkan perhatian dari ratusan buruh komura dan keluarganya, yang memenuhi ruang sidang, semua  sisi ruang sidang PN Samarinda, di kawal oleh puluhan Brimo, kedua terdakwa divonis bebas, padahal di sebelumnyasebelumnya oleh jaksa penuntut umum (JPU), kedua terdakwa dituntut 15 tahun penjara.

Putusan Majelis Hakim “Membebaskan terdakwa dari semua tuduhannya dan mengembalikan semua harta yang disita baik yang bergerak dan yang tidak bergerak,” ujar ketua majelis hakim Joni Kondolele dalam amar putusannya.

Majelis hakim yang dipimpin ketua majelis hakim Joni Kondolele SH, menilai, kedua terdakwa Jafar dan Dewi, tidak terbukti bersalah melakukan pungli.

Dengan membebasnya Ketua Koperasi Komura, Jafar Abdul Gafar dan Dwi,  menjadi catatan tersendiri bahwa ke empat terdakwa kasus mega pungli, di pelabuhan yang dinyatakan OTT oleh Mabes Polri, semuanya dibebaskan hakim PN Samarinda, karena sebelumnya pada tanggal (12/12/17), hakim yang di pimpin Joko juga hakim membebaskan dua terdakwa yaitu Hery Susanto Gun, Ketua Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) Noor Asriansyah alias Elly Sekretaris Koperasi Serba Usaha PDIB yang di tuntun Jaksa Penuntut Umum masing-masing dituntut hukuman 10 dan 6 tahun.

Mendengar amar putusan hakim yang menyatakan tidak bersalah, terdakwa Jafar Abdul Gaffar yang mendengarkan dengan berdiri menghadap hakim, langsung melakukan sujud syukur di ruang Pengadilan Negeri Samarinda, sebagai ucapan rasa sukurnya.

Ucapan takbir dan teriakan histeris pengnjung, yang memenuhi ruang sidang, bahkan pengunjung berusaha menghampiri Gafar, dengan isakan tangis dari seluruh pendukung kedua terdakwa.

Dengan putuskan bebas, kedua yerdakwa langsung akan meninggalkan Lapas dan Rutan Samarinda. (Ahmad Gajali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here