Beranda Daerah IGI dan PGRI Lakukan Aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Sidrap.

IGI dan PGRI Lakukan Aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Sidrap.

497
0
BERBAGI

Sidrap — (CompeletNews.Id).

Puluhan guru sejak pagi berdatangan di Kantor Pengadilan Negeri Sidrap.
Rabu (25/6/20).

Mereka dari gabungan dua Organisasi yg berbeda yakni, Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Mereka datang dalam aksi solidaritas itu, adalah para tenaga pendidik, membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Rekan Kami (Guru) Guru hanya mendidik dan membimbing semata bukan karena nafsu atau belas dendam”.

Salah seorang peserta asksi damai yang dimintai keterangannya, tentang kedatangannya di Pengadilan Negeri (PN) Sidrap, memberi keterangan bahwa, merka datang kesini hanya sebagai wujud solidaritas saja. Untuk memberikan dukungan kepada rekan kami,” kata salahsatu (Guru) peserta aksi.

“Beliau ini (Pak Tasmir, red) Orang baik, tidak pemarah tidak disiplin dalam menjalankan tugas keseharian di sekolah, ya … mungkin ini namanya musibah pak”. Ucap H. Agussalim, M.Pd. merasa prihati atas apa yang dialami oleh Pak Tasmir.

Kronologis kasus hukum yang menimpah Guru UPT SMPN 2 Pangkajene Sidrap (Pangsid).

Bermula dari laporan pihak orang Tua siswa kepihak Penegak Hukum, atas pemukulan yang dilakukan oleh Pak Tasmir kepada Aulia, yang sebenarnya adalah upaya guru untuk mendisiplinkan siswa.

Karena pasti ada alasan guru melakukan pendisiplinan terhadap siswa, hanya saja dalam versi Komisi Perlindungan Anak, insiden seperti ini dianggap sebagai kekerasan terhadap Anak dan melanggar UU No.23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dalam UU No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kami dari IGI dan organisasi Profesi lain, PGRI, AGPAI, HIGSDI, FOPPSI dll. tidak menafikan isi dari tiap pasal UU tersebut, tetapi kami sebagai guru punya payung hukum juga dalam melaksanakan tugas dan fungsi kami dalam mendidik dan mendisiplinkan siswa.

Kami akui, apa yang dilakukan Pak Tasmir dalam mendisiplinkan siswa, melanggar UU Perlindungan Anak, tapi bukan serta merta dijadikan acuan oleh pihak orang tua siswa yang sampai menggunakan jasa pengacara untuk mempidanakan guru yang bersangkutan.

Apalagi kami dari organisasi profesi sudah berupaya maksimal memediasi untuk damai, hampir semua stakeholder dilibatkan dengan berbagai cara ditempuh, termasuk Pak Tasmir dan pihak SMP 2 Pangsid meminta maaf dan bermohon damai, tetapi pihak Orang tua tidak terima dan tetap mau menempuh jalur hukum.

Kami prihatin dengan cara-cara seperti ini, mestinya Golden Triangle (Kepala Sekolah, Guru, dan Orang Tua Siswa) sama-sama bekerja sama, untuk kebaikan siswa, bukan malah saling menyalahkan dan saling lapor apalagi sampai pada ranah hukum.

Kami dari IGI salut dan bangga atas apa yang dilakukan oleh Guru-guru SMP 2 Pangsid, karena mereka tetap mendidik siswa hingga lulus, meski telah mempidanakan gurunya.

Lalu mengapa tidak ada itikad baik dari pihak orang tua, untuk memaafkan cara Pak Tasmir mendisiplinkan anaknya.

Olehnya itu, kami dari IGI dan organisasi Profesi guru dan tenaga kependidikan, melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk keprihatinan kami, atas sikap orang tua siswa yang sampai mempidanakan guru dan tidak mau menerima jalur damai.

Kami berharap semua orang tua siswa paham bahwa guru punya hak dalam mendisiplinkan siswa, khususnya siswa yang melanggar aturan dan tata tertib Sekolah.

Organisasi Profesi dan Pemerintah, wajib hadir memberikan perlindungan terhadap guru, dalam melaksanakan Hak dan Kewajibannya.

Sesuai UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasal 39 ayat 1 dan PP 74 tahun 2008 pasal 40. Dalam konteks inilah, kami dari beberapa organisasi profesi hari ini, hadir untuk memberikan dukungan moril kepada Pak Tasmir, agar beliau bisa menjalani sidang perdananya dengan lancar.

Tentu kami berharap ada keadilan demi marwah profesi kami, sebagai ujung tombak pendidikan dalam mencerdaskan anak bangsa.

Kami berharap guru, orang tua, pemerintah, dan stakeholder pendidikan yang lain bersatu padu untuk memajukan pendidikan, khususnya dalam mendidik. (*/Fery).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here