Beranda Daerah Jaksa Tuntut 15 Tahun, Dua Terdakwa Mega Pungli Koperasi Kamura Samarinda.

Jaksa Tuntut 15 Tahun, Dua Terdakwa Mega Pungli Koperasi Kamura Samarinda.

397
0
BERBAGI

SAMARINDA (CompleteNews.Id).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto, SH , Zainal SH dan Yudi serta Reza Pahlewi, SH dalam membacakan tuntitan dari Kejaksaan Agung RI, terhadap Kasus Mega Pungli  pada Koperasi Samudera Sejahtera (Komura), yang mendudukan Ketua Koperasi Jafar Abdul Gaffar, dan Sekretaris Komura Dwi Hari Winarno, sebagai terdakwa dalam sidan tuntutan di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (14/12) malam dengan menuntut kedua terdakwa masing-masing 15 tahun penjara.

Selain menuntut kedua terdakwa masing masing 15 tahun penjara, dan denda Rp 2,5 miliar untuk terdakwa Dwi Hari Winarno, Subsider 2 bulan penjara  dan untuk terdakwa Jafar Abdul Gafar denda Rp 2,5 Milyar subside 2 bulan penjara, terang Zainal dalam menyampaikan tuntutannya.

Kepada Kedua terdakwa dalam sidang tuntutan yang di ketuai Joni Kondolele,SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pungutan liar (Pungli), dan pemerasan dan bersalah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 368 KUHP serta Padal 5 ayat 1 Undang Undang Tentang tindak pidana pencucian uang.

Amar tuntutan setebal 141 halam yang dibacakan secara bergantian, yang dimulai sekitar pukul 22.30 Wita dan berakhir hingga pukul 23.59 Wita  tersebut, di padati ratusan buru pelabuhan anggota Komura Samarinda, yang selalu setia dari pagi sudah memenuhi halaman PN Samarinda.

Dalam amar tuntutan juga Jaksa Penuntut Umum, juga menyebut beberapa barang bukti yang disita, seperti dikumen koperasi di kembalikan kepada Koperasi Komura, dan beberapa buku tabungan rekening milik Dwi Hari Winarno juga di kembalikan. Namun uang tunai senilai Rp 6 milyar lebih, yang disita sebagai barang bukti di rampas untuk negara, jelas JPU Zainal dipersidangan.

Saat Jaksa Penuntut Umum sementara menyampaikan Barang Bukti dan saat intu waktu sudah menunjukan pykul 23.45 Wita, tiba-tiba ketua majelis Joni Kondolele mengetuk palu dan mengatakan, “tolong dibacakan lebih cepat karena sebentar lagi pukul 24.00 Wita sudah masuk hari Jumat, sedangkan waktu sidang kami hanya sampai pukul 23.30 Wita,” Tegas ketua majelis hakim Joni dan mempersilakan jaksa Zainal untuk menetuskan bacanya.

Tepat pukul 23.53 Wita JPU Agus Supriyanto, membacakan runtan, Joni selaku ketua majelis hakim memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa dan penasihat hukum, untuk memberikan tanggapan, terdakwa maupun PH mengatakan akan menyampaikan pembelaan pafa Sidang Selasa (19/12) mendatang, sidangpun di tutup oleh Ketua Majelis Hakim Joni Kondolele, SH, dengan memukul palu tiga kali dengan pukulan yang sangat keras dan raut waja yang kesal.

Suasana haru menyelimuti ruangan, keluarga Gafar dan Dwi baik di dalam sidang maupun diluar halamat PN Samarinfa, nampak salah seorang wanita dari keluarga kedua terdakwa jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit 

Sementara itu, Yun Suryotomo selaku penasihat hukum Jaffar, mengatakan pihaknya keberatan dengan materi tuntuan yang dibacakan JPU. Pasalnya, unsur pasal 368 KUHP tentang pencucian uang yang dijeratkan kepada kliennya dianggap tidak terpenuhi.

“Fakta dalam persidangan tidak terbukti melakukan pemerasan, yang dimaksud ini yang mana, Komura menetapkan tarif, itu berdasarkan SK yang dibuat dengan kesepakatan, dan disahkan oleh KSOP, ini PTUN, Jadi kalau itu dinyatakan salah, terlebih dahulu harusnya itu dibatalkan atau dicabut,” tegas Yun.    (Lap: Ahmad Gajali).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here