Beranda Advetorial Nota Kesepakatan PPAS 2021 Pemprov DPRD Sulsel, Ditanda Tangani Gubernur dan Ketua...

Nota Kesepakatan PPAS 2021 Pemprov DPRD Sulsel, Ditanda Tangani Gubernur dan Ketua DPRD Sulsel.

327
0
BERBAGI

Makassar — (CompleteNews.Id).

Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemprov Sulsel dengan DPRD Prov Sulsel, tentang Kebijakan Umum APBD (KUA) Tahun Anggaran 2021 dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2021. Kamis (27/8/20).

Penanda tanganan Nota Kesepakatan tersebut, dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekprov Sulsel. Berlansung di Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari, dalam sambutannya menyampaikan. Setelah mendengar Fraksi Dewan dan Gubernur Sulsel. Kebijakan Umum APBD (KUA) Tahun Anggaran 2021 dan Penandatanganan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) TA 2021, sudah dapat disetujui menjadi nota kesepakatan.

“Sudah dapat kita setujui untuk ditetapkan menjadi nota kesepakatan bersama, antara DPRD Sulsel dengan Pemerintah Sulsel,” jelas, Andi Ina Kartika Sari.

Dalam kesempatan itu. Gubernur Sulsel, Prof. HM. Nurdin Abdullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelesaian nota kesepakatan itu dan semua yang menjadi catatan penting menjadi perhatian.

“Walau di tengah kondisi pandemic covid-19 ini, Pimpinan dan segenap Anggota Dewan, terkhusus Badan Anggaran DPRD. Telah menyelesaikan agenda ini sebagai rangkaian, dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2021 yang akan datang,” lanjutnya.

Tahun 2021 menjadi babakan percepatan untuk recovery ekonomi, oleh karena itu diperlukan pemanfaatan berbagai potensi daerah secara optimal, agar dapat bangkit dan keluar dari kondisi perekonomian yang mengalami kontraksi di triwulan II tahun 2020 ini.

Kebersamaan dan kesatupaduan semua pihak menjadi kekuatan tersendiri bagi Sulawesi Selatan, untuk mampu menjadi akselererator perekonomian nasional.

Wujud sinergitas tetap didorong lebih maksimal lagi, termasuk bagaimana memanfaatkan potensi lembaga perbankan dan lembaga non – bank, untuk menjadi penyokong dalam upaya mendorong tumbuh kembangnya UMKM. BUMDES dan bergerak optimalnya aktifitas kelompok tani.

Demikian halnya warga yang bemukim di pulau – pulau, di daerah – daerah perbatasan dan pelosok – pelosok, kita berikan perhatian agar pertumbuhan yang didorong ke depan lebih berkualitas. Lebih tahan terhadap gejolak ekonomi, termasuk dampak yang diakibatkan oleh pandemic covid 19.

“Jika kami mencermati catatan – catatan atas laporan Badan Anggaran DPRD yang telah disampaikan, tentunya menjadi arahan bagi kami untuk percepatan pemulihan. Kita semua berharap Sulsel ini bisa tetap menjadi motor perekonomian di luar Pulau Jawa,” tambahnya.

Oleh karena itu, untuk optimalisai pencapaian harapan tersebut, selain bertumpu pada dukungan APBD, kita berharap supporting dari berbagai pihak, untuk bersama – sama bangkit dari keterpurukan, akibat pandemic covid 19 ini.

Gubernur Secara khusus pada kesempatan ini, menyampaikan rencana Pemerintah Provinsi, mengakses dana dari PT. SMI dalam bentuk skema pinjaman.

“Pada prinsipnya, pengajuan tersebut adalah menjabarkan kebijakan Pemerintah Pusat, dalam hal Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” jelasnya.

Program PEN oleh Pemerintah Pusat dialokasikan sebesar Rp. 695 triliun rupiah, difokuskan pada dua kegiatan utama yang terdiri atas kegiatan yang dikelola oleh Kementrian/lembaga dan hanya sekitar Rp. 27 triliun rupiah, dialokasikan dalam bentuk dukungan ke Pemerintah Daerah. Termasuk Rp.10 triliun rupiah, dalam bentuk Skema Pinjaman Daerah.

Oleh karena itu, pengajuan pinjaman ini didasarkan karena terbitnya PMK No. 105 Tahun 2020, tentang Pengelolaan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional, untuk Pemerintah Daerah.

Terkait KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2021, merupakan dasar dalam penyusunan R – APBD. Olehnya itu, TAPD segera menyampaikan Surat Edaran kepada masing – masing kepala OPD, untuk segera menyusun RKA – SKPD Tahun Anggaran 2021. Yang pada gilirannya tercipta APBD yang berkualitas, baik dari sisi efektifitas maupun efisiensi belanja daerah.

“Disamping itu, diperlukan komitmen kita bersama dalam mengawal Program Prioritas¬† pembangunan Sulawesi Selatan, agar secara bersama kita wujudkan Sulawesi Selatan yang Inovatif. Produktif, Kompetitif, Inklusif dan Berkarakter,” tandas Prof. HM. Nirdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan. (*/tn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here