Beranda Daerah Oknum Kepala Desa “Berbohong” Diminta Tipikor Polres Soppeng, Pantau Pembagian BLT di...

Oknum Kepala Desa “Berbohong” Diminta Tipikor Polres Soppeng, Pantau Pembagian BLT di Desa Baringeng.

635
0
BERBAGI

Makassar — (CompleteNews.Id).

Sejumlah Wartawan Media Cetak dan Online merasa kecewa, atas kelakuan “Berbohong” Oknum Kepala Desa di Kabupaten Soppeng Sulsel.

Oknum Kepala Desa tersebut berinisial AA, adalah Kepala Desa Baringeng Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Kelakuan “Berbohong” itu terjadi pada hari Kamis 15 Oktober 2020, ketika Tim Media yang terdiri dari Wartawan Medi Cetak dan Online, mendatangi Kantor Desa Baringeng Kabupataten Soppeng.

Saat dua Wartawati masuk di Kantor Desa Baringeng, bertemu dengan seorang lelaki, kedua Wartawati tersebut bertanya “Ada pak Desa pak ?” dijawab oleh lelaki itu “Pak Desa tidak ada, sudah pulang, Sekretarinya ada,” katanya kepada kedua Wartawati tersebut.

Ironisnya, ketika Wartawan dari Media Online masuk dan bertanya kepada orang yang sama (lelaki yang ditanya Wartawati itu, red.), justru mengaku bahwa dirinya adalah Kepala Desa Baringeng.

Sontak teman Wartawati tersebut, menegurnya dan mengatakan. Pak Desa, kenapa kita Berbohong kepada temanku, bapak bilang tadi “Pak Desa sudah pulang, Sekretarisnya ada,” janganki begitu kepada Mitra Wartawan, katanya.

Bukan itu saja “Berbohong” yang dilakukan Oknum Kepala Desa Baringeng ini, saat ditanya jumlah Dana ADD dan Dana Desanya, Dia mengatakan Rp. 2 Milliar lebih, padahal tertera di Baleho Program Desanya Rp. 3 Milliar lebih.

Satu lagi “Berbohong” dilakukan Oknum Kepala Desa Baringeng ini, saat ditanya berapa jumlah Warganya yang mendapat BLT, Dia menjawab 61 orang, padahal jumlah Warga yang mendapat BLT di Desa Baringeng tercatat cuma 53 orang.

Dengan adanya berita ini, diminta kepada Sat Tipikor Polres Soppeng, memantau pembagian BLT di Desa Baringen tersebut, karena diduga ada penyelewengan Dana BLT disitu.

Besarnya Dana Desa di Desa Baringeng Rp. 1.5 Milliar lebih, kalau di kali 30 % untuk BLT, berarti kurang/lebih Rp. 500 Juta, sedangkan Warga yang menerima BLT, di Desa itu cuma 53 orang. (TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here