Beranda Advetorial Penjelasan Kepala BPKAD Kota Makassar, Soal Pemotongan Upah Tenaga Kontrak Pemkot Makassar.

Penjelasan Kepala BPKAD Kota Makassar, Soal Pemotongan Upah Tenaga Kontrak Pemkot Makassar.

705
0
BERBAGI

Makassar – (CompleteNews.Id).

Pemotongan upah tenaga kontrak Pemkot Makassar perbulan, sebesar Rp. 150.000.- dari upah Rp. 1.000.000,- sehingga Tenaga Kontrak Pemkot Makassar, hanya menerima upah sebesar Rp. 850.000,- perbulan, mendapat penjelasan dari Kepala BPKAD Kota Makassar, Abd Rasyid. Rabu (9/10/19).

Menurut Abd Rasyid Kepala BPKAD Makassar, yang diterima selama sebulan sebesar 1 Juta rupiah, dengan perincian 150 ribu untuk Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS ketenagakerjaan.

Kepala BPKAD Abd Rasyid didampingi, Andi Ato S.IP, S.AP, M.AP mengatakan, permasalahan pemotongan ini harus dipahami betul oleh masing-masing Kasubag Keuangan di SKPD.

Pasalnya gaji yang terpotong itu sudah MoU antara pemkot Makassar dan pihak BPJS dengan Nomor : 180.560/44/BPKS/XII/2017 dan Nomor : Per/4711/2017.

“Permasalahan yang ganjil jika nilai potongan upah, yang diperoleh dari ribuan tenaga kontrak untuk Premi BPJS, sebagian besar tenaga kontrak belum mendapatkan kartu BPJS atau buku tabungan sebagai bukti bahwa, mereka adalah tenaga kontrak honorer, sukarela” katanya.

“Sebaiknya, pihak SKPD memberi sosialisasi kepada pegawai kontraknya,” ucap Andi Ato, melajutkan.

“Soal kartu yang belum dipegang oleh tenaga kontrak, pihak SKPD juga seharusnya mendata ulang pegawainya, yang mana belum mengantongi bukti kartu BPJS ketenagakerjaan” tambah Andi Ato.

“Adapun pegawai yang telah putus kontrak atau memundurkan diri, mereka itu wajib membawa surat keterangan penghentian, dari BKD untuk mencairkan JHT nya dan bagi ingin mengecek tabungan JHT, bisa ke BPJS ketenagakerjaan ataupun melalui aplikasi BPJS ketenagakerjaan” tutup Andi Ato. (*/Bn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here