Beranda Advetorial Program Kerja Puskesmas Maiwa 2019, Healthy School “Sekolah Sehat Generasi Kuat Berprestasi”

Program Kerja Puskesmas Maiwa 2019, Healthy School “Sekolah Sehat Generasi Kuat Berprestasi”

408
0
BERBAGI

Makassar – (CompleteNews.Id).

Puskesmas Maiwa, merupakan salah satu dari 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Enrekang.

Puskesmas Maiwa memiliki wilayah kerja yang luas yaitu 21 Desa dan 1 Kelurahan. Membawahi 35 Sekolah Dasar dan 16 SMP/SMA Sederajat. Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Masyarakat,

Puskesmas Maiwa melaksanakan 2 pelayanan kesehatan yaitu Upaya Pelayanan Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Pelayanan Masyarakat (UKM).

Hal ini merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki oleh sebuah puskesmas yang terakreditasi.

Sejak akhir 2016, Puskesmas Maiwa di bawah Pimpinan Ibu Yuliati, SKM, merupakan Puskesmas pertama di Kabupaten Enrekang yang terakreditasi dengan predikat Madya.

Sebagai Puskesmas yang terakreditasi tentunya Puskesmas Maiwa, senantiasa melakukan inovasi – inovasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya yang menjadi wilayah kerjanya.

Salah satu inovasi dari Puskesmas Maiwa untuk Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), yaitu HEALTHY SCHOOL yang bersifat promotif dan preventif dengan Tag Line “Sekolah Sehat Generasi Kuat Berprestasi”.

Menurut Yuliati, SKM, saat ditemui Watawan CompleteNews, di ruang kerjanya mengatakan “Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh berbagai permasalahan kesehatan yang terjadi pada anak Usia Sekolah. Permasalahan perilaku kesehatan pada anak usia TK dan SD, yang biasanya berkaitan dengan kebersihan perorangan dan lingkungan, seperti gosok gigi yang baik dan benar, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, kebersihan diri. Pada anak usia SLTP dan SMU (remaja)” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, Masalah kesehatan yang dihadapi biasanya berkaitan dengan perilaku berisiko seperti merokok, perkelahian antar pelajar, penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), kehamilan yang tak diingini, abortus yang tidak aman, infeksi menular seksual termasuk HIV/AIDS.

Permasalahan lain yang belum begitu diperhatikan adalah, masalah gangguan perkembangan dan perilaku pada anak sekolah. Gangguan perkembangan dan perilaku pada anak sekolah sangat bervariatif. Bila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, gangguan ini akan mempengaruhi prestasi belajar dan masa depan anak.

“Deteksi dini gangguan kesehatan anak usia sekolah, dapat mencegah atau mengurangi komplikasi dan permasalahan yang diakibatkan menjadi lebih berat lagi. Peningkatan perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah tersebut, diharapkan dapat tercipta anak usia sekolah Indonesia yang cerdas, sehat dan berprestasi” katanya.

“Secara umum Tujuan dari pelaksanaan Healthy School adalah untuk mencapai derajat kesehatan anak sekolah, yang setinggi – tingginya di wilayah kerja Puskesmas Maiwa” jelasnya.

Tujuan secara khusus meliputi untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan pada anak usia sekolah, membangun kemandirian Guru dan Siswa terkait kesehatan dan terjalin kerja sama dan rasa kekeluargaan (silaturahmi), antara puskesmas dan sekolah.

Yuliati juga katakan “Kegiatan ini dialaksanakan dalam bentuk TIM yang terdiri dari 10 Program Pelaksana yaitu: Program UKS, GIZI, KIA, Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Olahraga, Kesehatan Penginderaan, Program Narkoba, Program IMS dan Program Kecacingan”.

“Untuk Pelaksanaan Healthy School Tahun ini yang menjadi Sasaran kegiatan 3 sekolah yakni 1 tingkat SD, 1 tingkat SMP dan 1 tingkat SMA” jelas Yuliati.

“Dengan bentuk kegiatan pembinaan sekolah sehat, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pembentukan/pembinaan dokter kecil/kader kesehatan dan pemantauan lingkungan sekolah” kata Yuliati.

“Kegiatan ini telah terlaksana sejak tahun 2018 sampai sekarang” tutup Yuliati, SKM, Kepala Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here