Beranda Daerah PT Aphasko Utama Jaya, Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tak Kantongi Izin...

PT Aphasko Utama Jaya, Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tak Kantongi Izin Produksi.

724
0
BERBAGI

Makassar – (CompleteNews.Id).

Tambang galian C di Kabupaten Pasangkayu, diduga dikerjakan secara ilegal. Betapa tidak, tambang tersebut mendapatkan respon penolakan dari masyarakat, sebab tambang galian C ini merusak lingkungan tempat mereka bermukim.

Informasi yang diterima Wartawan dari Kantor perizinan Provinsi Sulawesi Barat, PT Aphasco Utama Jaya sebagai pihak penambang, belum memiliki izin produksi untuk melakukan penambangan di desa Wulai dan desa Randomayang, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat.

Kepala bidang perizinan PTSP Pemprov Sulbar, yang ditemui wartawan menunjukkan berkas PT. Aphasko Utama Jaya, yang tertera bahwa Perusahaan ini masih dalam tahap explorasi atau tahap dua dalam izinnya, namun untuk izin produksi perusahaan ini seyogyanya belum bisa melakukan penambangan.

“Data perizinan yang kami punya, tambang ini belum memiliki izin produksi, namun memang sudah mempunyai izin eksplorasi tahap dua namun belum lengkap” ungkapnya.

Kepala Dinas ESDM Sulbar yang ditemui secara terpisah mengatakan, siapapun yang melakukan penambangan tanpa izin atau ilegal sudah dipastikan akan dipidana secara hukum karena telah melanggar undang-undang.

“Melakukan penambangan secara ilegal bisa dipidana sampai 10 tahun” sebut Kadis ESDM Sulbar, Amri.

Dia tak menapik bahwa, adanya tambang ilegal seperti ini sangat meresahkan dan wajib untuk ditertibkan, agar pencemaran lingkungan dari tambangnya (amdal) dan dampak lingkungan hidup lebih terjaga.

Kepala seksi Bidang Mineral dan Batu Bara (Minerba) Dinas ESDM Provinsi Sulbar, Jamaluddin Tahir, mengatakan bahwa, hingga saat ini PT Aphasko Utama Jaya belum memikiki izin produksi, perihal aktivitas tambang di Kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

“Aktivitas tambang PT Aphasko Utama Jaya di Desa Wulai baru izin penetapan wilayah namanya,” kata Jamaluddin Tahir saat dikonfirmasi di kantornya.

“Kalau secara aturan sebenarnya tidak boleh melakukan aktivitas” sambungnya.

Jamaluddin ungkapkan, sebuah perusahaan jika ingin melakukan penambangan, harus melalui beberapa proses sebelum izin produksi diberikan.

“Yang pertama izin wilayah usaha pertambangan, setelah memenuhi sayarat administrasi, tehnis dan lain sebagainya, beralih lagi ke izin pertambangan eksplorasi, ini yang kedua, baru izin usaha produksi,” jelasnyarnya.

Jamaluddin mengatakan, “PT Aphasko Utama Jaya melakukan aktivitas penambangan di tiga titik, di Desa Wulai Kecamatan Bambalamutu, Desa Randomanyang dan Di Sungai Lara, Karossa, Mamuju Tengah”.

“Untuk di Desa Randomanyang bermohon juga disitu PT Aphasko tapi belum diproses, karena masih ada yang perlu dilengkapi dari pihak pemohonnya. Sedangkan di Sungai Lara Kecamatan Karossa itu baru dalam tahap proses belum ada izin sama sekali, saya tau karena saya yang inventaris izin-izin yang terbit” tutup Jamaluddin Tahir. (*/Zl).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here