Beranda Hukum “Rugikan Pelanggan” Diminta Tim Tipikor, Bongkar Dugaan Modus Operandi Angka Numpuk Meteran...

“Rugikan Pelanggan” Diminta Tim Tipikor, Bongkar Dugaan Modus Operandi Angka Numpuk Meteran PDAM Makassar

826
0
BERBAGI

Makassar — (CompleteNews.Id).

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, diduga memakai Modus Penumpukan Angka Meteran, “memaksa” pelanggang membayar air dengan harga sangat mahal.

Modus tersebut diduga dilakukan melalui Admin yang mengimput data pemakaian air pelanggang, yang beroperasi di Kantor PDAM Wilayah IV Jalan Ratulangi Makassar.

Seperti yang dialami seorang pengontrak yang tinggal di Jalan Manokwari Makassar, Nama Pelanggang Drs H. Mas’ud, ID: 201700419.

Kronologis penumpukan angka Meteran diduga sengaja dilakukan Admin PDAM Wil. IV Makassar.

Pada bulan Januari 2020, muncul tagihan pelanggan Atas Nama Drs H. Masud, dengan nilai Rp. 46.000,- diduga ini hanya biaya beban, tidak ada pemakaian (red, diduga mulai terjadi penumpukan angka pada meteran).

Bulan Pebruari 2020, muncul tagihan pelanggan dengan nilai yang sama Rp. 46.000,- (red, terjadi dugaan penumpukan angka meteran lagi).

Maret 2020, muncul tagihan dengan nilai Rp. 46.000,- (red, diduga terjadi penumpukan lagi pada meteran).

Bulan April 2020, muncul tagihan dengan nilai Rp. 81.600,- (red, diduga pemakaian normal).

Mei 2020, muncul tagihan dengan nilai Rp. 36.000,- (red, diduga terjadi penumpukan angka pada meteran lagi).

Juni 2020, muncul tagihan dengan nilai Rp. 98.400,- (red, tagihan diduga normal).

Juli 2020, muncul tagihan denggan nilai Rp. 141.000,- (red, diduga tagihan pemakaian normal).

Agustus 2020, muncul tagihan dengan nilai Rp. 91.600,- (red, diduga tagihan normal).

September 2020, muncul tagihan Rp. 1.582.890,- (red, angka numpuk pada meteran dimunculkan jumlah 173 M3, untuk dibayar dengan harga per M3 mencapai hampir 300% dari harga yang seharunya pelanggang bayar).

Menurut salah seorang pelanggan yang mengalami bahwa, ini adalah “Modus” agar pelanggan membayar air dengan harga sangat mahal.

“Saya hanya ngonterak pak, rumah kontrekakan yang saya tempati Atas Nama Drs H. Masud, Pelanggan PDAM R- 5, harga air seharusnya saya bayar per M3 Rp. 3.400,- sampai Rp.4.660, – dengan adanya angka tumpuk 173, saya “dipaksa” harus bayar dengan harga air Rp. 10.930,- per M3, dengan nilai total Rp. 1.583.890,-” ucap pak AQA, kepada Wartawan media ini.

Ia menambahkan. Dari Pelanggan PDAM yang jumlahnya kurang lebih 170.000, 10% persen saja pelanggan diperlakukan seperti saya, maka PDAM dapat meraut uang Pelanggan Miliaran rupiah pertahun, dan ini bisa jadi lahan “Korupsi” di lingkup PDAM Makassa.

Diduga modus ini sudah dilakukan pihak PDAM, selama bertahun-tahun, ironisnya PDAM Makassar diduga masih terbebani utang Rp. 121 Milliar.

Dengan adanya berita ini, diminta Tim Tipikor Polrestabes Makassar menelusuri, dugaan modus operandi angka numpuk PDAM, karena meresahkan dan dapat merugikan pelanggan PDAM Kota Makassar.

Dan kalu hal ini terbukti, diminta Gubernur Sulsel memerintahkan Pj. Walikota, mencopot Direktur PDAM Kota Makassar. (tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here