Beranda Daerah Sudah Limabelas Bulan, Kasus Pembunuhan Sadis Pinrang Belum Juga Terungkap.

Sudah Limabelas Bulan, Kasus Pembunuhan Sadis Pinrang Belum Juga Terungkap.

353
0
BERBAGI

PINRANG – (CompleteNews.Id).

Pembunuhan sadis dengan 23 tusukan dibagian dada kakek Marten Minggu (98), limabelas bulan yang lalu belum juga ada tanda tanda pengungkapannya oleh pihak Kepolisian Resort Pinrang,  hingga saat ini, Minggu (4/3/18).

Pembunuhan sadis terjadi di Jalan Rusa , Kelurahan Macorawalie, Kabupaten Pinrang,  dengan 23 tusukan , pada hari Rabu 4 Januari 2017, pagi. 

Korban yang juga kakek mantan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Frans Barung, hingga kini belum ada tanda-tanda keberhasilan penyidik, mengungkap ciri-ciri terduga apalagi tersangkanya. Padahal dalam kasus ini sudah ada enam orang yang diambil keterangannya, termasuk putra korban Agustinus, yang pertama menemukan korban, tergeletak dengan bersempuh darah. 

Pahal dalam proses penyelidikan ini juga diturunkan tim Polda dan diperkuat tim labfor, hasilnya tetap ‘Nihil’  sehingga publik wajar saja bertanya-tanya, apakah penyelidikannya  dihentikan ?  

Polda Sulawesi Selatan , lewat Kabid Humasnya Kombes Pol Dicky S, menyebutkan bahwa, kasus pembunuhan tak pernah di hentikan, penyidik tetap melakukan meski memerlukan cukup waktu, agar dalam menetapkan terduga tersangka tepat dan benar.

“Masih dalam proses di Polres Pinrang,” tulis Kombes Pol Dicky S, lewat Whats App-nya kepada JNN.

Kapolres Pinrang, AKBP Adhi Purboyo, belum berhasil di konfirmasi, tapi setidaknya yakin bila saksi dari Papua (masi anak korban) sudah diambil keterngannya penyidik Polres Pinrang baru akan mengambil kesimpulan. “Sisa menunggu saksi, anak korban yang ada di Papua,” katanya pada JNN beberapa waktu lalu. 

Sementara mantan Kapolres Pinrang, AKBP .Leo Joko Triwibowo, saat di TKP , setelah melayat ke anggota Bhayangkara yang meninggal di Leppangan, di TKP memang sudah meragukan bila kasus ini cepat terungkap karena kondisi di dalam rumah korban boleh dikatakan menyulitkan Lapfor, karena hanya ada beberapa petunjuk saja yang diambil petugas Labfor, sangat disayangkan, sebelum kasus ini terungkap, AKBP Leo harus menjalani mutasi dan di gantikan oleh AKBP Adhi Purboyo, yang melanjutkan penyelidikan ini termasuk DPO Narkoba. 

Seperti diberitakan sebelumnya, saat mantan Kapolres Pinrang, AKBP Leo, dan beberapa anggotanya menghadiri pemakaman anggotanya di Leppangan (4/1/2017) tiba -tiba menerima telpon bahwa terjadi pembunuhan (Kakek Mantam Kabid Humas Polda Sulsel) dengan 23 tusukan dibagian perutnya. 

Begitu selesai penguburan langsung menuju TKP. Pada saat itu wajah Leo, terlihat mimik kekecewaan, karena kondisi di TKP sudah tidak steril, sehingga ada beberapa petunjuk yang terhapus, sehingga kasus pembunuhan ini masih menyimpan misteri, pelaku pembunuhan belum diketahui identitasnya.

Meski dugaan sementara, motif pembunuhan adalah perampokan. Informasi yang dihimpun JNN saat itu di TKP , korban ditemukan pertama kali oleh anak lelakinya bernama Agustinus Minggu. Menurut penuturan Anti, tetangga Marten yang kerap membantu pekerjaan sehari-hari di rumah korban mengaku datang ke rumah Marten pada siang hari.

Tidak lama berselang, anak korban, Agustinus Minggu tiba di rumah untuk beristirahat makan siang. Agustinus kemudian bertanya kepada Anti tentang keberadaan bapaknya. Anti menjawab, mungkin lagi beristirahat di dalam kamarnya. Setelah mencari di kamarnya, korban tidak ditemukan. Agustinus kemudian menyisir satu persatu dan dia terkejut ketika menemukan ayahnya tewas dalam kondisi tragis di kamar belakang.

Di lokasi kejadian, petugas kepolisian menemukan sarung badik (Sajam) yang diduga milik pelaku, Uang korban Rp 450 ribu ditemukan berserakan di lantai rumah.

Sebelum AKBP Leo termutasi, Leo masih sempat menerimah kunjunga  mantan Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Frans Barrung, di ruang kerjanya, dan hingga termutasi tidak di ketahui apa hasil pertemuan tersebut hingga kasus ini belum terjawab.  (*/JNN/NS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here