Beranda Daerah Terkait Dugaan Korupsi Pada  Proyek Trilyun Kereta Api, SYL Diincar Kejati ?

Terkait Dugaan Korupsi Pada  Proyek Trilyun Kereta Api, SYL Diincar Kejati ?

1024
0
BERBAGI

MAKASSAR – (CompleteNews.Id). 

Dugaan adanya tindak pidana korupsi (Tipikor), pada pengerjaan Mega Proyek Kereta Api (KA) trans Sulawesi, mendapat tanggapan serius pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dan Barat.

Kepala Kejalsaan Tinggi Sulawesi Selatan, Tarmizi “Tindakan melawan hukum itu perlu disikapi dengan serius, pasalnya proyek tersebut adalah proyek strategis, yang peruntukannya untuk masyarakat banyak” katanya.

“Kita telah membentuk tim, kita akan lakukan pengamanan dan pengawalan, baik dalam pembebasan tanah dan pembangunan fisik,” kata Tarmizi, Selasa (15/5/18).

Tarmizi menilai, proyek yang pengerjaannya dilakukan sejak tahun 2014, dimasa Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai Gubernur Sulsel, penuh dengan tanda tanya besar.

Tarmizi menegaskan, dalam waktu dekat, akan menggelar rapat dengan pihak yang bertanggung jawab, pada pengerjaan proyek triliun rupiah tersebut.

“Kami akan rapat bersama Satker dan PPK. Kita akan koordinasi dengan mereka” tegas Tarmizi.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, mengungkapkan bahwa, saat ini pengerjaan Kereta Api sedang dihentikan.

“Sementara ini dihentikan dulu, kami juga belum dapat laporan terkait progresnya,” tutup Soni.

Pengerjaan yang tidak maksimal, membuat pemerintah pusat angkat tangan dalam hal pendanaan, dengan begitu, keterlibatan pihak swasta atau investor sangat diperlukan.

Pemerintah tidak mampu lagi membiayai pembangunan kereta api Trans Sulawesi tersebut, Pemerintah pusat hanya mampu membiayai proyek kereta api tersebut hingga 2018, dengan penyelesaian 44 kilometer, dengan anggaran sekitar Rp 3 triliun.

Untuk 2018, P0emerintah menganggarkan Rp 1,3 triliun, Anggaran ini terbagi untuk pengerjaan Barru-Palanro, dengan anggaran Rp 681 miliar, (lanjutan pekerjaan tahun 2017, red), sedangkan untuk pekerjaan Barru-Maros, Anggarannya Rp 583 miliar.

Anggaran Rp. 1,3 triliun tersebut, merupakan anggaran yang terakhir dikucurkan, Pemerintah Pusat. (*/lk).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here