Beranda Nasional Upacara Penerimaan Mantan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB), Talengga Gire Kepangkuan NKRI

Upacara Penerimaan Mantan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB), Talengga Gire Kepangkuan NKRI

352
0
BERBAGI

Jayapura — (CompleteNews.Id).

Talengga Gire Alias Weginus Gire bersama tiga orang rekannya, Piningga Gire (25), Tekiles Tabuni (30) dan Perengga (27), mereka adalah mantan anggota Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) hari ini 11/06/2019 resmi kembali ke pangkuan NKRI.

Hal tersebut ditandai dengan upacara resmi yang berlangsung di lapangan upacara Roh Kudus Jl. Papua, Distrik Pagaleme Kab. Puncak Jaya (Puja)

Bertindak selaku Insfektur Upacara (Irup), Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM, Komandan Upacara Kapten Czi Ferdian Nuary (Pasi Pers Kodim 1714/PJ).

Upacara ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Puncak Jaya Denias Geley S.Sos,M.Si, . Dandim 1714/PJ Letkol Inf Agus Sunaryo,
Kapolres kab.Puncak Jaya AKBP Ari Purwanto SIK, Para Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Toko Masyarakat.

Peserta upacaranya meliputi ASN Kab. Puja, unsur Masyarakat dan unsur TNI/Polri.

Uapacara ini disaksikan oleh ratusan warga masyarakat Mulya, yang antusias menonton dari pinggir lapangan.

Tujuan pelaksanaan upacara ini adalah, untuk mengumumkan kepada warga Kabupaten Puncak Jaya bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten, telah secara resmi menerima saudara kita, yang semula tergabung dalam kelompok separatis bersenjata (KSB), sekarang telah kembali ke pangkuan NKRI dan akan menjalani kehidupan normal sebagai masyarakat biasa.

Hal ini juga membanta issu hoax yang mengatakan bahwa, informasi penyerahan diri anggota KSB ke NKRI adalah informasi bohong atau rekayasa, selain itu juga tersebar isu bahwa senjata yang diserahkan adalah senjata rusak yang tidak berfungsi, karena itu kita laksanakan secara resmi di muka umum disaksikan oleh seluruh warga masyarakat.

Kita akan menembakkan senjata ini untuk membuktikan bahwa ini adalah standar militer dan berfungsi dengan baik.

“Warga masyarakat banyak yang mengenal saudara-saudara kita ini dan bagaimana sepak terjangnya selama bergabung dengan KSB, jadi tidak ada rekayasa,” kata Yuni Wonda menjelaskan.

Dalam rangkaian upacara tersebut, ditandai dengan Penyerahan 1 Pucuk Senjata api jenis Mouser, No. Senjata 323 R, berserta 3 butir Munisi Kaliber 7.62 mm.

Menurut pengakuan Talengga, senjata tersebut adalah hasil rampasan pada saat aksi penyerangan Polesek Karubaga Kabupaten Tolikara, pada tahun 2013.

Atas keberhasilannya merebut senjata milik aparat keamanan NKRI, Dia diberi kedudukan sebagai pengawal panglima Jendral Goliat Tabuni, Panglima TPN/OPM wilayah Puncak Jaya.

“Ini adalah senjata pegangan Saya sendiri, bukan punya orang lain, tetapi Saya belum pernah gunakan untuk menembak orang,” jelas Talengga saat ditanya Wartawan.

Selain itu upacara juga ditandai dengan penanda tanganan surat Ikrar kembali nya Weginus/Talengga Gire dkk, kepangkuan NKRI yang disaksikan oleh Bupati kabupaten Puncak Jaya, Dandim 1714/PJ dan Kapolres Puncak Jaya.

“Saya sudah lama ingin kembali ke kampung sebagai warga NKRI dan hidup sebagai masyarakat biasa, baru sekarang Saya bisa menyerahkan diri setelah kenal dengan anggota TNI” ucap Talengga, saat ditanya alasannya untuk kembali ke NKRI.

Lanjut Talengga, Saya punya anak 13 orang dari empat istri, itu siapa yang mau jamin hidup mereka, makanya Saya harus kemabali supaya Saya bisa kasi makan mereka.

Talenggamengaku bahwa selama ini, Dirinya merasa ditipu oleh Goliat Tanuni, kata Galiat Tanuni “Tidak lama lagi Papua akan merdeka, dan kalau Papua Merdeka kalian akan menjadi pejabat tinggi,” kata Talengga menirukan janji-janji Goliat Tabuni.

“Tapi itu semua tipu-tipu saja, sedangkan warga yang di kampung, di kota mereka hidup tenang tidak seperti kami di hutan menderita,” kata Talengga, menyesal.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan, Saya menghimbau kepada semua pihak-pihak KSB di wilayah Kaupaten Puncak Jaya, untuk segera kembali kepangkuan NKRI.

“Saya selaku kepala daerah ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pihak TNI dan Polri, yang bertugas di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, yang telah berhasil membawa turun salah satu tokoh KSB beserta tiga orang rekannya kembali ke pangkuan NKRI dan menyerahkan Satu pucuk senjata jenis Moser dan 3 butir munisi aktif,” katanya.

“Saya menghimbau kepada semua masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, untuk selalu berdo’a agar wilayah Puncak Jaya selalu aman dan agar semua warga dan para tokoh yang masih bersebrangan dengan NKRI segera kembali kepangkuan NKRI, karena Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI”.

Pada kesempatan ini Saya juga ucapkan, selamat hari Raya Lebaran mohon maaf Lahir dan batin, kepada yang merayakannya.

Kegiatan upacara ditutup dengan do’a dibawakan oleh wakil ketua Klasis Gidi di kabupaten Puncak Jaya.

Dalam jumpa pers Bupati menyatakan, mereka akan diarahkan untuk mendapatkan pekerjaan dan akan disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat pendidikannya, mereka juga akan dibangunkan rumah dari program pemerintah yaitu pembangunan rumah rakyat.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim Letkol Inf Agus Sunaryo menyampaokan, ini adalah salah satu wujud keberhasilan pembinaan dan pendekatan teritorial yang dilakukan oleh TNI kepada Rakyat.

Keberhasilan ini telah melalui proses yang panjang dan akan memotivasi seluruh anggota agar lebih giat lagi melaksanakan pendekatan dan pembinaan kepada rakyat, namun tetap tingkatkan kewaspadaan.

Kami berharap seluruh Saudara -saudara kita yang masih berseberangan dengan NKRI segera kembali dan bergabung dengan NKRI, untuk sama-sama membangun Daerah dan Negara agar anak-anak kita generasi Papua, dapat disiapkan untuk meraih masa depan yang lebih baik di masa mendatang. (*/MA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here