Skip to Content
Breaking News
Advertisement
Header AdAdvertisement Space (Responsive)
Advetorial

Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan Sulsel: Dalam Tiga Bulan 200 Ribu Pohon Pisang Cavendish Ditanam

Januari 2, 2024
After Title AdAdvertisement Space (Responsive)

Makassar — (CompleteNews.Id).

Sejak budidaya pisang Cavendish dicanangkan  pada Bulan September 2023 lalu, oleh Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, tercatat sudah 200 ribu lebih pohon pisang cavendish yang ditanam di Sulsel.

Sedangkan luas lahan tidur yang termanfaatkan melalui penanaman pohon pisang cavendish ini, mencapai 100 hektar lebih yang tersebar di berbagai daerah.

“Untuk bibit yang kita gunakan sosialisasi itu sudah sampai 200 ribu bibit. Itu yang keluar dari pemerintah untuk sosialisasi ke masyarakat, berdasarkan data per 29 Desember 2023,” ucap Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sulsel Uvan Nurwahidah. Minggu 31/12/23).

Uvan mengatakan. Selain dari Pemerintah, kata juga ada bibit pisang cavendish yang disiapkan oleh offtaker, untuk ditanam oleh kelompok tani binaan mereka dan jumlahnya belum tercatat.

In-Article AdAdvertisement Space (Responsive)

Uvan mengungkapkan. Sejauh ini ada tiga tempat pengembangan atau pembibitan pisang jenis cavendish itu Yakni; di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone, di Unhas Makassar dan UPT Dinas TPHBun Sulsel di Bonto-Bonto Kabupaten Gowa.

“Bapak Penjabat Gubernur menargetkan satu miliar pohon dan menjadikan Provinsi Sulsel sebagai penghasil pisang cavendish terbesar di dunia,” katanya.

Sebelumnya. Kepala OJK Sulselbar Darwisman, telah memaparkan potensi bisnis budidaya pisang cavendish ini.
Dengan target pemanfaatan 500 ribu hektar lahan tidur di Sulsel, budidaya pisang dapat mendorong perputaran uang sebesar Rp180 triliun setiap tahunnya.

Berdasarkan hasil assesment dari agricultural expert (ahli pertanian), pada setiap satu hektar lahan budidaya pisang cavendish, akan menghasilkan nilai pendapatan kotor Rp. 360 juta.

Dengan asumsi, populasi pisang sebanyak dua ribu pohon, dengan produktivitas 20 kg per pohon dan harga jual Rp. 4.500 per kg.

In-Article AdAdvertisement Space (Responsive)

Sementara total biaya produksi, termasuk tenaga kerja dan land clearing tahun pertama, sebesar Rp. 99,3 juta. Biaya produksi tersebut akan semakin rendah pada tahun-tahun berikutnya, yang diproyeksikan turun 50 persen.

Sehingga nilai laba bersih di luar pajak diproyeksikan sebesar Rp. 260,7 juta pada tahun pertama dan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya. (*/sp).

Advertisement

Jangan Lewatkan Berita Penting

Dapatkan ringkasan berita terbaik langsung di inbox Anda setiap pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Advertisement